Budaya "Tebar Kebaikan" untuk Mewujudkan Budaya Positif - Arditya Angga Raharja

Breaking

oleh Arditya Angga Raharja

Jumat, 02 Juli 2021

Budaya "Tebar Kebaikan" untuk Mewujudkan Budaya Positif

Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif
Oleh Arditya Angga Raharja CGP Angkatan 2 Kabupaten Banyumas
PGP-Angk2-Kabupaten Banyumas-Arditya Angga Raharja-1.4-Aksi Nyata

A. Latar Belakang

Kondisi pandemi Covid-19 terus berkepanjangan diiringi perkembangan teknologi dan informasi yang terus berkembang memberikan dampak positif dan dampak negatif dirasakan disemua lini pendidikan. Terlebih berdampak pula pada murid. Dampak negatif paling dirasakan seperti menurunnya toleransi, dan karakter baik pada murid. Oleh karena itu sekolah sebagai institusi pendidikan selain mengajarkan pendidikan seyogyanya mengajarkan pula karakter kebaikan.

Sebagai wujud usaha sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangakan karakter positif anak maka sekolah perlu mengembangkan Budaya Positif. Adapun pengertian dari budaya positif di sekolah adalah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggun jawab. Agar budaya positif berkembang dengan baik perlu ditumbuhkan dengankarakter baik ang ada dalam diri murid. Sebagai upaya menumbuhkan karakter baik pada murid untuk berbuat kebaikan maka kami membuat program Budaya “Tebar Kebaikan” sebagai upaya pengembangan budaya positif di rumah dan di sekolah.

Program Budaya “Tebar Kebaikan” diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dari dalam diri murid untuk melakukan kebaikan setiap saat, kapan saja dan dimana saja yang dapat bermanfaat bagi diri pribadi, orangtua, sekolah maupun lingkungan sekitar. Karena dalam keadaan pandemi seperti sekarang ini maka kegiatan Budaya “Tebar Kebaikan” dilaksanakan di lingkungan sekitar siswa dan diharapakan dapat di kembangkan di lingkungan sekolah ketika pelaksanaan PTM Terbatas.


B. Tujuan

Tujuan dari Budaya "Tebar Kebaikan" adalah :
  1. Menumbuhkan rasa peduli untuk melakukan kebaikan bagi diri pribadi, orang tua dan lingkungan sekitar.
  2. Menciptakan budaya positif di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat. 
  3. Menumbuhkan karakter baik pada murid dengan melakukan pembiasaan kegiatan bermanfaat bagi diri pribadi murid, orang tua dan sekolah.

C. Deskripsi Aksi Nyata

Pada rencana aksi nyata saya melakukan hal-hal berikut :
  1. Berkoordinasi dengan pemangku kepentingan SD Negeri 3 Tumiyang, dan wali murid kelas 6.
  2. Mengadakan sosialisasi budaya "Tebar Kebaikan" terhadap siswa kelas 6 melalui Grup WhatsApp
  3. Meminta murid untuk mendokumentasikan kegiatan "Tebar Kebaikan" yang dilakukan murid.
  4. Mendokumentasikan budaya "Tebar Kebaikan".
Kegiatan Aksi Nyata dilakukan dengan langkah awal berkoodrinasi dengan Kepala Sekolah dan rekan sejawat. Dari hasil koordinasi ditarik kesimpulan bahwa kegiatan Budaya "Tebar Kebaikan" perlu dilaksanakan bagi murid SD Negeri 3 Tumiyang pada khususnya siswa Kelas 6 dan siswa kelas 1-5 secara umum. Sosialisasi kegiatan dilakukan oleh guru kelas 6 yakni kelas yang di ampu oleh Calon Guru Penggerak dengan menggunakan media WhatApp grup kelas yang beriringan dengan program kegiatan PJJ. 

D. Hasil Aksi Nyata

Adapun hasil yang telah direncanakan dari kegiatan "Tebar Kebaikan" adalah :
  1. Murid terbiasa melakuan kebaikan baik untuk diri, orangtua dan lingkungan sekitar
  2. Tumbuhnya kebiasaan berbuat kebaikan dalam diri murid
  3. Terbentuknya karakter baik bagi murid

E.  Pembelajaran dari Aksi Nyata

Dari hasil Aksi Nyata yang dilakukan, ternyata tidak semua rencana dapat dilaksankan dengan baik, adapun hal-hal yang menghabat kegiatan diantaranya siswa tidak memiliki perangkat dan paket data sehingga penyampaian program dan pengiriman hasil kegiatan murid tidak dapat sepenuhnya dilakukan oleh murid.

F. Rencana Perbaikan

Program "Tebar Kebaikan" untuk mewujudkan Budaya Positif di SD Negeri 3 Tumiyang masih harus disempurnakan, agar program berjalan dengan maksimal. Perlu adanya kolaborasi dan koordinasi antara guru, orangtua/wali dan murid sendiri sebagai objek untuk pengembangan budaya positif pengembangan budaya "Tebar Kebaikan". Hendaknya semua pihak dapat berkerjasama dalam menumbuhkan pengembangan budaya positif bagi murid. Masukan, penguatan dan dorongan postif perlu ditingkatkan agar siswa dapat terus bersemangat melakukan "Tebar Kebaikan. 

G. Dokumentasi Pelaksanaan 

Foto kegiatan budaya "Tebar Kebaikan"








Vidio kegiatan budaya "Tebar Kebaikan"









1 komentar: