Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran - Arditya Angga Raharja

Breaking

oleh Arditya Angga Raharja

Kamis, 30 September 2021

Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Koneksi Antar Materi Modul 3.1

Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran.



Salam dan Bahagia,

Halo Sobat, Apa kabar?

Pada kesempatan kali ini ijinkan kami menyampaikan materi berkaitan dengan tugas modul 3.1 Koneksi antar materi Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran. 

Tujuan pendidikan menurut Ki hajar Dewantara yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidikan hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat anak. dalam proses "menuntun", seorang pendidik sebagai pamong tidak hanya memberikan kebebasan bagi anak namun harus memberikan tuntunan dan arahan kepada anak agar tidak kehilangan arah, sehingga potensi anak dapat berkembang secara optimal dan dapat menentukan kemerdekaan dalam belajar. 

Seorang guru (Pamong) harus selalu berpedoman pada Pratap Triloka Ki Hajar Dewantara yaitu Ing ngarso sung tulada ( di depan memberi contoh), Ing Madya mangun karsa (di tengah membangun semangat), dan Tut wuri handayani (dari belakang memberi dukungan). Dari Pratap Triloka ini mengandung maksud bahwa seorang pemimpin dalam hal ini adalah seorang guru hendaknya selalu memberikan teladan/contoh yang baik terhadap para muridnya. Memberikan semagat bagi murid yang dipimpinya dan memberikan motivasi bagi murid dalam mengembangakan bakat, minat serta potensi yang ada dalam dirinya. Seorang guru sebagai pamong tidak sepenuhnya bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang murid, melainkan ada tri Pusat Pendidikan yang terdiri dari Pendidikan keluarga, pendidikan dalam alam perguruan (sekolah) dan Pendidikan dalam alam pemuda dan masyarakat. 

Pratap Triloka yang diajarkan Ki Hajar Dewantara dapat dimaknai bahwa seorang guru hendaknya dapat mengembangkan cipta, rasa dan karsa yang ada di dalam diri murid. Dari peran tersebut dapat ditarik benang merah bahwa guru sebagai seorang pemimpin dalam pembelajaran. Dimana dalam pelaksanaanya harus mampu mengambil keputusan yang berpihak pada murid. Keberpihakan guru terhadap murid akan mendorong sikap positif muncul dalam diri murid sehingga pembelajaran menjadi nyaman, aman dan bahagia. 

Dalam perannya sebagai pemimpin pembelajaran seorang guru hendaknya memiliki nilia-nilai diri yang berupa  sikap kritis, kreatif, inovatif, reflektif dan berpihak pada murid. Nilai-nilai tersebut tentunya akan menunjang seorang pemimpin pembelajaran untuk menemukan keputusan yang dapat mengakomodir sebagian kepentingan yang ada. 

Pengambilan keputusan akan lebih terasah dan terarah dengan proses Coaching. Karena pada kegiatan Coaching secara tidak langsung seorang coachee akan menemukan sendiri permasalahn dan cara pemecahan masalah yang dia alami. Di sisi lain tentnuya akan ada sebuah proses pengambilan keputusan yang harus di lakukan coachee. Pengambilan keputusan dalam coaching menggunakan model TIRTa. yang pada prinsipnya seperti berikut ini :

1. Tentukan tujuan coaching

2. Identifikasi masalah

3. Rencana aksi

4. tanggung jawab dari Coachee dalam menjalankan aksinya.

Dalam pengambilan sebuah keputusan menggunakan 3 Prinsip, 4 paradigma, dan 9 langkah pengambilan keputusan yaitu ;

3 Prinsip pengambilan keputusan diantaranya :

1. Berpikir berbasis hasil akhir (ends-based thinking)

2. Berpikir berbasis peraturan (rule-based Thinking)

3. Berpikir berbasis rasa peduli (care based thinking)

4 paradigma dilema etika :

1. Individu lawan masyarakat

2. Rasa peduli lawan rasa kasihan

3. kebenaran lawan kesetiaan

4. Jangka panjang lawan jangka pendek

9 langkah pengambilan keputusan :

1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang bertentangan

2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini

3. Kumpulkan fakta-fakta relevan

4. Pengujian benar atau salah (Uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran, uji panutan/idola)

5. Pengujian paradigma benar atau salah

6. Melakukan prinsip resolusi

7. investigasi opsi trilema

8. Buat Keputusan

9. Lihat lagi keputusan dan refleksikan

Untuk dapat melakukan pengambilan keputusan yang dapat menguntungkan semua pihak menggunakan 3 Prinsip, 4 Paradigma serta 9 langkah tentunya perlu dilatih dan menggunakan proses cocahing akan sangat membantu seorang coachee dalam hal ini para calon Guru Penggerak untuk dapat menerapkan pengetahuan tersebut.

Pengambilan keputusan yang baik dan tepat khusunya dalam lingkungan sekolah diharapkan akan berdampak pada proses dan hasil yang baik pula yang di dapat sehingga kemerdekaan belajar muridpun akan tercapai.

Pengambilan keputusan membutuhkan nilai, peran guru dalam komunitas sekolah. Penguasaan sosial emosional yang mapan dan pengelolaan diri yang mandiri serta memiliki dayalenting akan menjadi sebuah pembeda dalam pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada akhingya sebuah keputusan yang diambil seorang pemimpin pembelajaran yang benar berhamba pada anak akan menghasilkan keputusan yang memerdekakan dan berpihak pada anak.

Terima kasih

Salam dan bahagia.

www.ardityaangga.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar